DPRD Riau Sidak Proyek Galian SPALD
Pekanbaru, (GM) — Legislator DPRD Riau rabu siang (08/01), melakukan sidak proyek galian Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpadu yang berada di Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru.
Sidak yang Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar ini, didampingi juga oleh Ketua Komisi IV DPRD Riau Parisman Ikhwan, beserta anggota Komisi lainnya yakni Nurzafri dan Tumpal Hutabarat.
Asri Auzar mengatakan, Sidak yang mereka lakukan lantaran banyaknya aduan masyarakat terkait gangguan aktifitas sehari-hari pasca pengerjaan proyek SPALD tersebut.
“Tadi sudah sama-sama kita dengarkan penjelasan dari pekerja proyek,itu nantinya akan menjadi sentral pembuangan limbah rumah tangga. Jika sebelumnya menggunakan septic tank, dengan keberadaan SPALD tersebut limbah rumah tangga akan ditampung disana,”ujarnya kepada awak media.
“Saya menilai proyek pembangunan ini sangat banyak manfaat nya untuk masyarakat,hanya saja sosialisasi yabg dilakukan Pemko Pekanbaru kurang maksimal. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui tujuan pembuatan SPALD tersebut,”imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan Politisi Demokrat ini,direncanakan proyek tersebut akan rampung dalam 2 tahun, Dengan anggaran dari dana APBN mencapai Rp 700 Miliar lebih.
“Insyaallah tadi mereka sampaikan akan selesai. Lebih cepat selesai lebih bagus,”tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Riau,Parisman Ikhwan. Dirinya mengakui, setiap pembangunan akan memberi dampak tersendiri. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Maka dari itu kita meminta pihak kontraktor agar bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut lebih cepat. Agar aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti biasa,”ungkapnya.
Saat ditanya terkait menurunnya omset penjualan para pedagang yang ada disepanjang proyek tersebut,pihaknya berjanji akan segera memanggil pihak terkait,untuk mencari solusi dari masalah pembangunan tersebut.
“Nanti kami akan minta pemko supaya carikan solusi. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Karna bagaimanapun juga kita sebagai warga Pekanbaru khususnya beruntung mendapatkan proyek pemerintah pusat ini,karna hanya Riau yang mendapatkannya,”ungkap Politisi Golkar Riau tersebut.
Seperti diketahui,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) di Pekanbaru rampung pada akhir 2020. SPALD yang dibangun diharapkan bisa mengurangi pencemaran air tanah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan SPALD yang dibangun di Pekanbaru bakal bisa melayani 22.000 sambungan rumah. Proyek ini sudah memulai tahap konstruksi sejak November 2018. Penyelesaian pekerjaan ini akan menjangkau sanitasi masyarakat di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Tengah, dan Kelurahan Jadirejo. ***